Rabu, 15 November 2017
kesehatan, penyakit, sunat
BERITA KESEHATAN - Sekalipun prosedur sunat lebih lazim dilakukan lelaki muslim ketika masih anak-anak, namun tidak berarti hal ini tidak bisa dilakukan ketika dewasa, contohnya mendapatkan alasan kesehatan semata, sekalipun dia bukan muslim. Lalu, adakah bedanya contohnya pada sisi teknik menyunat? Spesialis bedah saraf dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS mengatakan perbedaan salah satunya terletak pada bagian kulit yang dipotong.
Penisnya sama, hanya ada kondisi anatomi berbeda, aktif ereksi baik sebagai spontan dan tidak. Pada saat ereksi, kulit ketarik. Kalau ada luka jaitan, ketarik, berpengaruh pada kesembuhannya. Lalu, kami tidak boleh memotong kulit terlalu banyak, ereksi bisa melepas benang jahitan. Oleh karena itu, pada dewasa biasanya diterapkan prosedur menggunakan electric couture, bukan dipotong biasa. Benang bisa lepas ketika ereksi. Cocoknya pakai electric couture yang dijahit. Pembuluh darah besar-besar, darahnya bisa mancur, lalu tidak bisa pakai gunting,
Sebelum sunat, sama halnya pada anak-anak, dewasa juga mungkin mendapatkan anestesi. Bedanya, pada dewasa dilakukan anestesi general, bukannya lokal sebagai anak-anak. Selain teknik, masa pulih setelah sunat juga berbeda. Pada anak-anak, biasanya mampu pulih setelah tujuh hari. Sementara pada dewasa, baru empat minggu kemudian. Daerah lembap, karena keringat, mandi, basah ketika membasuh seusai buang air kecil, ada rambut-rambut sehingga rata-rata penyembuhan 4 minggu pada dewasa,
Sunat dan sirkumsisi beberapa waktu ini mendapat perhatian karena pada sisi medis bermanfaat antara lain: mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual terutama pada laki-laki. Selain itu, mencegah terjadinya kanker penis, mengurangi risiko kanker serviks pada perempuan (partner seksual) dan mencegah penularan infeksi HIV dan HPV.
Apa Bedanya Sunat Ketika Kanak - kanak dan Setelah Dewasa?
BERITA KESEHATAN - Sekalipun prosedur sunat lebih lazim dilakukan lelaki muslim ketika masih anak-anak, namun tidak berarti hal ini tidak bisa dilakukan ketika dewasa, contohnya mendapatkan alasan kesehatan semata, sekalipun dia bukan muslim. Lalu, adakah bedanya contohnya pada sisi teknik menyunat? Spesialis bedah saraf dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS mengatakan perbedaan salah satunya terletak pada bagian kulit yang dipotong.
Penisnya sama, hanya ada kondisi anatomi berbeda, aktif ereksi baik sebagai spontan dan tidak. Pada saat ereksi, kulit ketarik. Kalau ada luka jaitan, ketarik, berpengaruh pada kesembuhannya. Lalu, kami tidak boleh memotong kulit terlalu banyak, ereksi bisa melepas benang jahitan. Oleh karena itu, pada dewasa biasanya diterapkan prosedur menggunakan electric couture, bukan dipotong biasa. Benang bisa lepas ketika ereksi. Cocoknya pakai electric couture yang dijahit. Pembuluh darah besar-besar, darahnya bisa mancur, lalu tidak bisa pakai gunting,
Sebelum sunat, sama halnya pada anak-anak, dewasa juga mungkin mendapatkan anestesi. Bedanya, pada dewasa dilakukan anestesi general, bukannya lokal sebagai anak-anak. Selain teknik, masa pulih setelah sunat juga berbeda. Pada anak-anak, biasanya mampu pulih setelah tujuh hari. Sementara pada dewasa, baru empat minggu kemudian. Daerah lembap, karena keringat, mandi, basah ketika membasuh seusai buang air kecil, ada rambut-rambut sehingga rata-rata penyembuhan 4 minggu pada dewasa,
Sunat dan sirkumsisi beberapa waktu ini mendapat perhatian karena pada sisi medis bermanfaat antara lain: mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual terutama pada laki-laki. Selain itu, mencegah terjadinya kanker penis, mengurangi risiko kanker serviks pada perempuan (partner seksual) dan mencegah penularan infeksi HIV dan HPV.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar